PEDO PE YELENGGARAAN ERPUS OESA/KELURAHAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DESAIKELURAHAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN JI. Dr. Setiabudi No. 201C Srondol Semarang • KATA PENGANTAR Perpustakaan DesaiKelurahan merupakan perpuslakaan masyarakat yang berada di desa/kelurahan yang digunakan sebagai salah satu sarana/media untuk meningkatkan dan mendukung pendidikan masyarakat pedesaan. Perpustakaan DesaIKelurahan merupakan bagian integral dan kegialan pembangunan Desa/Kelurahan, yang fungsi utamanya adalah sebagai lembaga layanan bahan perpustakaan dan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan pendidikan. informasi, penerangan, rekreasi danhiburan. Unluk meningkatkan pelayanan Perpustakaan Desa/Kelurahan kepada masyarakat secara maksimal, maka perpustakaan DesaIKelurahan, perlu dikelola secara profesional menurut sistem dan ketentuan umum yang bertaku dalam ruang Iingkup pengembangan pembinaan dan pemberdayaan perpustakaan. Buku Pedoman In! disusun untuk rnemberikan petunjuk atau acuan kerja kepada para perangkat desa yang bertugas untuk mengelola Perpustakaan DesaIKelurahan di daerah. Buku ini berisi antara lain tentang berbagai aspek dan kegialan yang perlu dilaksanakan dalam penyelenggaraan, pengembangan, pembinaan dan pemberdayaan Perpuslakaan DesalKeiurahan. Semoga pedoman yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat dalam pengelolaan pengembangan Perpuslakaan DesaiKelurahan. Semarang, April 2010 Kepala Badan Arsip Dan Perpustakaan Pray . wa Tengah ~ Dr. ULiATI Pembina Ulama Muda NIP. 19550718 198303 2 005 " • Penanggungjawab Ketua Sekrelaris Anggota TIM PENVUSUN Ora. Vuliali Ora.ntikRahajoe, M.Si. Ora. Sri Haryunie, MM. 1. Zulaekhah, SH. 2. Trisno Budiasri, S. Sos. 3. Nur Chayali, S.Sos. 4. Shobirin, S.Sos. 5. Tri Suswanti, Bse iii • • DAFTAR 151 Halaman HAlAMAN JUDUL.................................................................................... I KATAPENGANTAR II TIM PENYUSUN III DAFTAR 151 rv DAFTAR lAMPIRAN vii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang ,.......................................................... 1 B. Tujuan................ 2 C. Dasar 2 D. Sasaran 2 E. Sistemalika Bahasan 3 BAB 11 ORGANISASI PERPUSTAKAAN............................................... 4 A. Pengertian Perpuslakaan Desa...... 4 B. Struktur Organisasi dan Tala-Ke~a..................................... 4 C. Tugas Pokok dan Fungs; 7 D. Tujuan Penyelenggaraan..................................................... 7 BAB 111 SUMBER DAYA MANUSIA....................................................... 8 • A. Pimpinan dan Pelaksana Perpustakaan Desa I 8 Kelurahan , .. B. Pembinaan Sumber Daya Manusia 8 BAB IV GEDUNG DAN PERLENGKAPAN............................................ 10 A. Gedung dan Ruang 10 B. Tata Ruang 11 C. Perabot dan Perlengkapan Perpuslakaan............................ 14 IV • .. '. .. • BAB V BAHANPERPUSTAKAAN.........................................................16 A. Syarat Bahan Perpustakaan 16 B. Pemilihan I Seleksi Bahan Perpustakaan 17 C. Pengadaan Bahan Perpustakaan 22 D. Pemeriksaan Bahan Perpustakaan 24 E. Jenis Bahan Perpuslakaan................................................. 25 BAB VI PENGOLAHAN BAHAN PERPUSTAKAAN............................... 29 A. Pencantuman Identitas 29 B. Inventarisasi........................................... .............................. 30 C. Klasifikasi. , ".,............ 35 D. Kalalogisasi 47 E. Perlengkapan Bahan Perpuslakaan 61 F. Penataan I Penjajaran Bahan Perpustakaan 65 BAB VII LAYANAN PERPUSTAKAAN 66 A. Pengerlian.......................................................................... 66 B. Syaral Penyelenggaraan Layanan...................................... 67 C. Peraturan Perpustakaan 67 D. Sislem Layanan . 68 E. AdministrasiLayanan 69 F. Jenis layanan................................................. .................... 70 G. Sislem Peminjaman :..................................................... 71 H. Stalislik Layanan 77 I. Promosi Perpustakaan 79 J. Pengembangan Minat Baca 80 v BAB VIII PELESTARIAN BAHAN PERPUSTAKAAN 81 A. Pengertian 81 B. Jenis Bahan Perpustakaan.................................................... 81 C. Penyebab Kerusakan 82 D. Penyimpanan 86 E. Pemakaian Bahan Perpuslakaan 87 BAB IX PENUTUP.................................................................................. 88 DAFTAR PUSTAKA................................. 89 LAMPI RAN v, Lampiran1 Lampiran2 Lampiran3 Lampiran4 DAFTARLAMPIRAN Pengelompokan Bahan Perpustakaanmenurut DDC (Dewey Decimal Classification) Indeks menurut klasifikasi DDC ( Decimal Dewey Classification) Denah ccntoh tata ruang perpustakaan Desa/Kelurahan Perabot Perpustakaan • vii • BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan, desa/kelurahan merupakan unit organisasi pemerintahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.Berdasarkandata di wilayahProvinsiJawa Tengahyang terbagi menjadi 35 kabupalen/kota terdiri dari 573 kecamatan dan 8574 desa/kelurahan denganrincian terdiridari767 kelurahanserta7807 desa. Jumlah penduduk pede:;aan merupakan modal dasar pembangunan, jika penduduk pedesaan mempunyai kualltas SDM yang baik, maka diharapkan dapat menjadi masyarakat potensial dan berhasil guna bagi kepentinganpembangunanIndonesia. Untuk itu pemerintah mempunyai kewajiban pada semua penduduk indonesia untuk memperoleh pendidikan yang diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan, dan dilaksanakan dengan sebuah sislem nasional pendidikan yang berlangsung seumur hidup. Salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sedang dikembangkan oleh pemerintah dan besar manfaatnyaadalah melalui . . . " perpustakaan. Pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan untuk mengembangkan suatu sistem layanan perpustakaan yang menjangkaiJ seluruh lapisan masyarakat desa adalah melalui perpustakaan Desa/Kelurahan. Diharapkan melalui perpustakaan Desa/Kelurahan, masyarakat desa lebih didekatkan pada layanan informasi guna mengembangkan serta meningkatkan kemampuan melalui sumber belajar dan sumber informasi yang tersedia. • 1 • B. Tujuan Tujuan utama dari penyusunan Buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah untuk memberikan petunjuk atau acuan kepada para pengelola perpustakaan Desa/Kelurahan terutama perangkat pemerintah DesaiKelurahan, tentang berbagai aspek dan kegiatan yang perlu diiaksanakan dalam penyelenggaraan Perpustakaan DesalKelurahan. Hal ini dimaksudkan agar tercapai keseragaman dalam pengelolaan dan penyelenggaraan Perpustakaan Desa/Keiurahan secara sederhana. C. Casar Dasar pembentukan Perpustakaan Desa adalah : 1. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; 2. Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen pasal 31 ayat 1 setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan ayat 2 setiap warga nagara wajibmengikutipendidikan dasardanpemerintahwajibmembiayainya; 3. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 tahun 2001 Tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan; 4. Keputusan Gubemur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 041/U1982, tanggal 7 Januari 1982, tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan PerpustaKaan Desa/Kelurahan; 5. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan D. Sasaran Sasaran Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah : 1. Tersedianya sumber belajar dan sumber informasi untuk menunjang proses beiajar seumur hidup (sepanjang hayat). 2. Meningkatnya minat dan kebiasaan membaca masyarakat dengan memanfaatkanPerpustakaanDesa/Kelurahan • 2 3. Tercapainya tujuan Nasional Indonesia khususnya mencerdaskan kehidupan bangsa sepert! yang tercantum dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 alenia ke-empat E. Sistematika Bahasan BukuPedomaniniferdiridari9 babsebagaiberikut: BABI Pendahuluanyangmeliputilatarbelakang,tujuan,dasar,sasaran . . dansistematika bahasan BAB II Organisasi perpustakaan yangmenguraikan pengertian, struktur organisasi dan tata Kerja, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) serta tujuan penyelenggaraan Perpustakaan BAB III Sumber daya manusia yang berisi pimpinan dan pelaksanaan perpustakaandesa/kelurahan, pembinaansumberdayamat'lusia BAB iV Gedung dan perlengkapan menguraikan gedung dan ruang, tata ruangsertaperabotdan perlengkapanPerpustakaan BAB V Bahan perpustakaan meliputi syarat bahan perpustakaan, pemilihan/seleksi bahan perpustakaan, pengadaan bahan perpustakaan, jenis'bahan perpustakaan BABVI Pengolahan bahan perpustakaan menguraikan tentang pencantuman identitas, inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, perlengkapan bahan perpustakaan, dan penataanlpenjajaran bahan perpustakaan. BAB VII Layanan perpustakaan menguraikan tentang pengertian layanan, syarat penyelenggaraan layanan, peraturan perpustakaan, sistem layanan, administrasilayanan,jenis layanan, sistem peminjaman, • statistik layanan, promosi perpustakaan, pengembangan minat baca BAB VIII Pelestarian bahan perpustakaan meliputi pengertian, jenis bahan perpustakaan, penyebab kerusakan, penyimpanan, pemakaian bahan perpustakaan. BAB IX Penutup 3 BAB II ORGANISASI PERPUSTAKAAN A. Pengertian Perpustakaan Oesa Sistern pemerintahan di Indonesia mempunyai unit organisasi pemerintahan yang terendah yaitu desa dan kelurahan. Oengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Perpustakaan Oesa/Kelurahan. perlu adanya perhatian yang khusus dalam upaya membangun dan mengembangkan perpustakaan desa/kelurahan. Oi Jawa Tengah terdapat 8574 desa/kelurahan dan hanya sebagian kecil yang memiliki perpustaka'andengan pengelolaan yang masih minimal. Oleh karena itu buku pedoman ini merupakan salah satu aeuan bagaimana cara mengelola perpustakaan agar pengembangan Perpustakaan OesaiKelurahan lebih optimal. Sebagaimana slogan yang dikembangkan oleh Gubernur Jawa Tengah untuk mengembangkan potensi desalkelurahan khususnya di Jawa Tengah. B. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pada prinsipnya perpustakaan OesaiKelurahan dikelola, dibina dan dikembangkan bersama antara pemerintah Oesa/Kelurahan dengan segenap kelembagaan desa yang .ada dan seluruh lapisan masyarakat Oesa/Kelurahan setempat. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Oalam Negeri dan Otonomi Oaerah Nomor 3 tahun 2001 yang menyatakan bahwa pembentukan Perpustakaan Oesa/Kelurahan harus disepakati oleh masyarakat melalui proses musyawarah didalam forum Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa dengan mengikutsertakan lembaga pendidikan yang ada. Pembentukan Perpustakaan Desa harus ditetapkan dengan Peraturan Desa dan Perpustakaan Kelurahan ditetapkan dengan Peraturan Oaerah Kabupaten/Kota. 4 Untuk mewujudkan keberhasilan pengelolaan Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat dibentuk organisasi pengelola Perpustakaan DesaiKelurahan dengan ketentuan : 1. Susunanorganisasipengelala PerpustakaanDesalKelurahandisesuaikan dengankebutuhanmasing-masing DesalKelurahan. 2. Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan perlu disepakati oleh masyarakat melalui proses musyawarah di dalam forum Lembaga • Ketahanan Masyarakat Desa dan diletapkan dengan Keputusan Kepala DesaiKepala Kelurahan. 3. Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan bertanggung jawab iangsung kepada Kepala Desa/Kepala Kelur3han. Apabila pembentukan organlsasi pengelola Perpustakaan DesaiKelurahan seeara khusus tidak dibutuhkan, pengelolaan Perpusla":,an DesaiKelurahan dapal dipercayakan pada lembaga masyarakat yang ada di DesaiKelurahan. Lembaga yang dimaksud antara lain Tim Penggerak PKK Desa, organisasiKepemudaan, stau lembaga masyarakat lainnya yang ada dimasing-masing DesalKelurahan.PerpustakaanDesalKelurahansebagaiunit layanan paling dekat dengan masyarakat diharapkan dapat melayani masyarakal sekitar lermasuk sekolah yang ada di DesaiKelurahan . Dari ketentuan tersebut diatas susunan struktur organisasl Perpustakaan DesaiKelurahan terdiri dari unsur-unsur pengurus sebagai berikut: 1. Penangungjawab Kepala Desa/Kelurahan 2. Ketua Penyelenggara Ketua BPD (Badan Pemberdayaan Desa) 3. Wakil Ketua Kelua Urusan Pendidikan dan Kebudayaan pada • BPD 4. Anggota Urusan Agama, Urusan Penerangan, Urusan • Pemuda, Urusan Kesejahteraan Sasial. Struktur Organisasi Perpustakaan DesalKelurahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan perpustakaan DesaiKelurahan setempat. 5 Untuk struktur organisasi perpustakaan DesalKelurahan yang baru tumbuhdibuatsesederhanamungkin, ada unsurpenanggungjawab/pembina yaitu Kepala DesalKelurahan, unsur pengelola dan unsur pelaksana dalam pengelolaan perpuslakaan DesaiKelurahan. Sebagai gambaran dapal kita sebulkan Slruklur Organ;sasi Perpustakaan DesaiKelurahan sebagai berikul: 1. Struklur organisasi Perpuslakaan DesaiKelurahan yang baru lumbuh, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dan disepakati melaluirnusyawarah sebagaiberikut: , Kepala DesaiKelurahan Kepala Perpuslakaan Urusan Pengolahan dan Pelayanan Perpuslakaan Slruktur Perpuslakaan DesaiKelurahan yang berkembang dan maju. Kepala DesaIKelurahan Kepala • Perpustakaan Urusan Urusan Pengadaanl Pengolahan Layanan Perpustakaan 6 •• C. Tugas Pokok dan Fungsi Tugas pokok Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah melayani masyarakat dengan menyediakan bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebuluhan masyarakal. Adapun fungsi perpuslakaan DesalKelurahan adalah sebagai berikut: 1. Mengumpulkan, mengorganisasikan dan mendayagunakan bahan perpustakaan tercetakmaupunterekam. 2. Mensosialisasikan manfaatjasa perpustakaan. • 3. Mendekatkan buku dan bahan perpuslakaan lainnya kepada masyarakal. 4. Sebagai sarana pengembangan minaI, memupuk bakat, kegemaran/hoby, kemampuan,sertakebiasaa,n membacamenujumasyarakatmadani 5. Tempal rekreasi dengan menyediaku baeasn hiburan sehal. D. Tujuan Penyelenggaraan Perpustakaan Tujuan penyelenggaraan Perpustakaan DesalKelurahan adalah sebagai berikul: .. 1. Menunjang proses kegiatan pendidikan sepanjang hayatl seumur hidup 2. Menyediakan buku-buku pengetahuan, maupun ketrampilan untuk mendukung keberhasilan kegiatan masyarakat diberbagai bidang misalnya:pertanian,perikanan,pengolahan danpemasaran. 3. Menggalakkan minal baca masyarakat dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca agar tercipta masyarakat yang kreatif, dinamis, produktif dan mandiri. 4. Menyimpan dan mendayagunakan berbagai dokumen budaya sebagai sumber informasi,penerangan, pembangunandan menambah wawasan pengetahuan masyarakat pedesaan. 5. Mendidik masyarakal untuk memelihara dan memanfaalkan bahan perpustakaansecaratepatgunadanberhasil guna. 6. Meningkatkan tarafhidup masyarakat DesaiKelurahan • 7 BAB III SUMBER DAYA MANUSIA Bagian terpenting dari setiap penyelenggaraan perpustakaan, termasuk Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah sumber daya manusia (tenaga pengelolalpustakawan). Keberhasilan penyeienggaraan Perpuslakaan DesalKelurahan sangat terganlung pada tenaga pengelolanya. Tersedianya lenaga pengelola yang IrampH,. bertanggung jawab serta penuh dedikasi memungkinkan penyelenggaraan Perpuslakaan DesalKelurahan berhasil dengan baik A. Pimpinan dan Pelaksana Perpuslakaan DesalKelurahan Perkembangan perpustakaan DesalKelurahan dipengaruhi oleh berbagai faklor yang salah satunya adalah kemampuan perpustakaan lersebut dalam melaksanakan fungsinya. Untuk melaksanakan fungsinya perlu pengelolaan perpuslakaan DesalKelurahan secara baik, benar, sehingga masyarakat dapat mencari/mengakses informasi dengan cepat, tepatsesuaidenganinformasi yangdiperlukan Perpuslakaan DesalKelurahan perlu dibina dan dikembangkan bersama antara pemerintahan DesalKelurahan dengan segenap lembaga DesalKelurahan dan masyarakat. Kepala DesalKelurahan sangat berperan dalam berkembang lidaknya perpustakaan DesalKelurahan. Pengelola perpustakaan DesalKelurahan secara hirarkis bertanggung jawab langsung kepada Kepala Desa/Kelurahan.Secara fungsional kepala Desa/Kelurahanan mempunyai tanggung jawab untuk memberi dUkungan uang, orang dan ruang, artinya kepala DesaiKelurahandiharapkanmemberi dukungandana unluk bahan perpuslakaan, sarana dan prasarana serta tenaga pengelola perpustakaan. B. Pembinaan Sumber Daya Manus;a Perpustakaan DesalKelurahan, sepertl halnya lembagalorganisasi di bidang pemerintahan yang lain, dapat melaksanakan lugas dengan baik dan 8 mencapai tujuannya secara efektif dan efisien selalu memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia untuk perpustakaan setingkat DesaiKelurahan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa. Perpustakaan DesaiKelurahan yang banu tumbuh, sekurang-kurangnya memiliki seorang tenaga pengelola berpendidikan SMA dengan tambahan bimbingan teknis pola 30 jam, Jumlah tenaga ini dapat ditambah apabila beban dan lingkungan ke~a bertambah banyak. Bantuan tenaga pengelola perpustakaan dapat diusahakan bekerjasama dengan TIm Penggerak PKK, Karang Taruna, atau tenaga dari lembaga desa yang ada. . Pembinaan tenaga pengelola perpustakaan tiap tahun sebaiknya ditingkatkan metalui pelatihan sesuai perkembangan masyarakat desa. Dan ini menjadi tanggung jawab Kepala Desa/Kelurahan, Badan Pemberdayaan Desa (BPD) beserta masyarakat. Untuk meningkatkan pengetahuan para pengelota perpustakaan DesaiKelurahan dapat ditempuh melalui: 1. Bimbingan teknis di bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Umum tingkat kabupatenlkota terdekat. 2. Magang di perpustakaan DesaiKelurahan yang baik atau ke perpustakaan umum kabupatenlkota 3. Pembinaan yang dilaksanakan oleh petugas perpustakaan urnurn • kabupaten/kota • 9 · BAB IV GEDUNG DAN PERLENGKAPAN A. Gedung dan Ruang Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan gedung adalah bangunan (rumah) untuk sualu maksud tertentu seperti untuk kanlor, rapal, dsb. Sedang yang dimaksud dengan ruang (space) adalah tempat atau bag ian tertentu dalam gedung perpustakaan yang dipakai untuk meletakkan sesuatu barang atau yang mempunyai fungsi tertentu. Antara satu ruang dengan ruang yang lain dibatasi atau tidak dibatasi oleh suatu alat penyekatlpernisah. Ruangan tlapat diartikan sebagai suatu ruang atau kumpulan ruang yang sekelilingnya dibatasi oleh dinding/penyekat. 1. Fungsi Gedung/Ruang Gedung atau ruang perpustakaan sebajknya terpisah dari ruang aktifitas lain di Desa/Kelurahan, namun tidak berjauhan dari lokasi ruang Kepala Desa atau urusan yang lain dalam arti masih dalam satu lingkup kantor Desa/Kelurahan, mengingal gedung I ruang perpuslakaan mempunyaifungsisebagaiberikut: a. Tempal penyimpanan bahan perpustakaan. b. Tempat aktifitas layanan perpustakaan. c. Tempat bekerja petugas perpustakaan 2. Lokasi Mengingat Tugas pokok Perpustakaan Desa/Kelurahan yailu melayani masyarakat dengan menyediakan bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta melihat lungsi Perpuslakaan Desa/Kelurahan yang salah satunya adalah mendekatkan buku dan bahan perpustakaan lainnya kepada masyarakat, maka perlu diperhalikan letak gedung atau ruang perpustakaan. Gedung/ruang perpustakaan yang baik hendaknya memenuhi syarat sebagai berikut: 10 a. Berada di pusat Desa/Kelurahankarena pengembanganperpustakaan Desa/Kelurahannantinyamerupakansalahsatutanggungjawab kepala Desa/Kelurahan, sehingga memberikan kemudahan bagi kepala Desa/Kelurahandalammemantauperkembangan Perpustakaan. b. Berada di bagian depan (dekat dengan jalan masuk). c. Diusahakan menempat lokasi yang cukup kondusifdengan suasana tenang d. Jika ketiga syarat tersebut tidak bisa dipenuhi dalam waktu bersamaan, maka lokasi yang mudah dijangkau merupakan syarat yang lebih penting daripada tempat yang tenang tetapi suiit dijangkau, namun hendaknya tidak terlalu jauh dengan lokasi kantor Desa/Keluranankarena biasanyalokasikantor Desa/Kelurahansudah· dibangun pada lokasi yang strategis. B. Tala Ruang Untuk menciptakantempat yang nyaman dan menarik perlu penataan ruang yang sedemikian rupa agar pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tata ruang perpustakaan adalah sebagai berikut: 1. Dirancang sedemikian rupa agar aktifitas layanan perpustakaan dapat terselenggara dengan lancar sehingga pemustaka tidak terganggu oleh aktivitas yang ada di kantor Desa/Kelurahanpada saat beraktifitasatau mencari informasi,karena biasanya masyarakat merasa sungkan I takut untuk masuk ke lokasi kantor Desa/Kelurahan, sehingga diupayakan diciptakan suasana yang kondusif dan tidak saling mengganggu. 3. Memungkinkan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari dalam ruangan. 4. Pengawasandan pengamananbahan perpustakaandapat terjagadengan memasangteralispadajendela. 5. Ruang selalu bersih dan tidak lembab. Pertimbangan-pertimbangan laindalam penataan ruangantara lain: • 11 1. Dekorasi Mengutamakan kenyamanan pemustaka serta untuk memperindah ruangan,perlu diperhatikan: a. Cat ruangancerahtetapitidakmenyiJaukan. b. Dekorasisederhanatetapimenarik. 2. Penerangan PeneranganberasaldarisinarmataharimaupunsinarJampu.Penerangan dari sinar matahari tidak boleh mengenai langsung bahan perpustakaan. 3. Suhu udara dan kelembaban Oemi kenyamanan, ruang perpustakaan diupayakan tetap sejuk dengan suhu 18-24 derajat celcius dengan kelembaban 45-50 persen. 4. Pembagian ruang Agar lebih e!ekti! dan efisien dalam pendayagunaan perpustakaan, pembagian ruangan hendaknya disesuaikan dengan kepertuan, antara lain: a. Ruang Bahan perpustaliaan Ruang bahan perpustakaan berfungsisebagai tempat penyimpanan bahan perpustakaan, luasnya tergantung pada jumlah bahan perpustakaan yang dimiliki Perpustakaan OesalKelurahan tersebut. Ruang bahan perpustakaan dapat terbagi menjadi beberapa ruangan seperti ruang bahan perpustakaan buku, ruang bahan perpustakaan terbitan berkala, ruang bahan perpustakaan untuk permainan anak- anak, dsb. Ruang bahan perpustakaan harus dapat menampung pemustaka yang akan mencari bahan perpustakaan I buku. b. Ruang Baca Ruang baea berfungsil:Jntuk membaca bahan perpustakaan, luasnya disesuaikandenganjumlahpembaeadi perpustakaantersebut.Ruang baca juga menyatu dengan ruang bahan perpustakaan perpustakaan sehingga pembaca dapat lang sung mengambil bahan perpustakaanlbukuuntukdibaca diruangantersebut. 12 13 Namun sebaliknya diupayakan untuk disediakan ruang baca tersendiri agar pemustaka lebihtenangI nyaman dalam membacakar~na tidak terganggu oleh pemustaka lain yang sedang meneari buku atau pegawai perpustakaan yang sedang menempatkanlmenata buku di rak bahan perpustakaan. e. Ruang Layanan Ruang pelayanan berfungsisebagai tempat untuk meminjam dan mengembalikan bahan perpustakaan, meminta keterangan, menyelesaikan daftar keanggotaan, menitipkan tas/barang, memanfaatkankatalog, mencari informasi, melihat pengumuman, dsb. d. RuangKerjaTeknisdanAdministrasi • Ruang kerja teknis dan administrasi adalah ruangan. yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Pemrosesan bahan perpustakaan mulai dari pengadaan, pengolahan, sampal bahan perpustakaan tersebut siap untuk disajikan kepada pemustaka. 2) Ruang tata usaha untuk kepaia perpustakaan dan stafnya: 3) Ruang untuk memeperbaiki bahan perpustakaan yang rusak. e. Ruang Khusus Ruang ini terdiri dari ruang diskusi/rapat, kamar keeil, serla ruangan lain yang dapat dimanfaatkan seba,)ai kantin, dapur, dsb. f. Ruang Umum di LuarGedung Ruang ini berada diluar gedung perpustakaan dan dapa: disediakan apabila memungklnkan untuk pengembangan, meliputi jalan cntuk orang atau kendaraan, tempat parkir, garasi, dsb. g. Ruang Tambahan Apabila memungkinkan ruang ini dapat diadakan, namun tambahan ini sang at ditentukan oleh, sistem kegiatan dan kemampuan dari perpustakaan yang bersangkutan. Ruang ini terdiri dari ruang ibadah, ruang komputer, gudang, dsb. C. Peraboldan Perlengkapan Perpustakaan Perabot perpustakaan dapat diartikan sebagai barang-barang yar berfungsi sebagai wadah dan atau wahana penunjang fungsi perpustak", seperti : meja, kursi, rak buku, papan peragaan, dsb. Dan yang dimaksudkan dengan perlengkapan perpustakaan adalah barang·barang yang merupakan perlengkapan dari suatu komponen dan atau kegiatan perpustakaan seperti mesin ketik, komputer, layar proyektor, kartu katalog, kartu buku, lembar pengembalian (date due slip), dsb. Jenis perabot dan perlengkapan perlu dltempatkan pada setiapruangansesuaidenganfungsimasing-masing dan disesuaikandengan kebutuhanperpustakaan.Sehingga kemungkinansatu jenis perabot I perlengkapan akan dijempatkan pada berbagai nuangan yang berbeda·beda. Untuk melancarkan tugas dan tungsi perpustakaan perlu suatu perencanaan gedung perpustakaan dengan pembagian ruangan serta jenis perabot dan perlengkapan yang diperlukan pada tiap jenis ruangan. Penambahan jenis perabot dan perlengkapan khususnya di ruang layanan ditujukan agar pemustaka dan pemustaka jasa perpustakaan dapat menemukan informasiyang dibutuhkan,sehingga akan meningkatkandays gunaperpustakaan itusendin. B.·ikut ini adalah contoh-contoh perabot dan perlengkapan menunut PedomanPerencanaandanPerlengkapan Perpustakaan : 1. Rak Buku Satu Muka. Rak Buku Dua Muka. 3. Rak Majalah (Display). 4. Rak Majalah Dua Muka. 5. Rak Koran. 6. Meja Baca. 7. Kursi Baca. 8. Meja Belajar (study carrel). 9. Meja sirkulasi/pelayanan. 10.Kotak Pamfletdan Booklet. 14 11. Peralatan Perpustakaan. 12. Rak Katalog (catalog kabinet). 13. Papan Pengumuman . • 14. Rakbukuanak-anak. 15. Tangga Injakan. 16. KartuAnggota. 17. Contoh-contoh Kartu Katalog, label. , • • 15 BABV BAHAN PERPUSTAKAAN A. Syarat Bahan perpustakaan Bahan perpustakaan yang dapat dimiliki oleh Perpustakaan Desa/Kelurahan meliputi semua buku, baik buku bacaan, buku sumber, maupun majalah, surat kabar serta bahan perpustakaan audiovisual, semua merupakan kekayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena memegang peran yang sangat penting dalam proses beiajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, bahan perpustakaan harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi kebenaran isi, bahasa, penyajian, ilustrasi, penulisan serta formatfisiknya. Beberapa persyaratan umum yang diperlukan untuk bahan perpustakaan Desa/Kelurahan baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun swasta.Antara lain meliputi: 1. Kebenaran isl a. tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 b. tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah c. mendukung proses kegiatan belajar sepanjang hayat d. kebenaran isi yang disampaikan logis dan disusun secara sistematis sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. 2. Bahasa Bahasa yang digunakan aqaiah bahasa indonesia yang baik dan benar, baku dan mudah dipahami oleh masyarakat 3. Penyajian Penyajian diusahakan menarik dan mempertimbangkan tampilan dari segi tataletak,keseimbangan,kontras,harmonis,dan proporsional. 4. Ilustrasi Ilustrasi yang terdapat di dalam bahan perpustakaan harus sesuai dengan isi,mudahdipahami,menunjangteks,jelas,dan menarik. 16 5. Format fisik Format fisik harus memenuhi syarat dalam art; kuat, tidak mudah lepas jilidannya, bukan kertas buram, cover disesuaikan dengan isi. Kadang- kadang untuk buku-buku bacaan anak dan bergambar lebih banyak memakaihardcover. B. Pemilihan f Seleks; Bahan Perpustakaan Pemilihan I seleksi bahan perpustakaan merupakan kegiatan penting karena dapat menentukan kualitas sebuah perpustakaan. Pemilihan bahan perpustakaan sendiri berarti "proses pemilihan jUdul buku yang akan menjadi bahan perpustakaan dengan berpedoman pada prinsip seleksi antara lain sesuai dengan kebutuhan pemustaka, berkualitas dari segi isi, pengarang, serta penerbit, dan tepat untuk pemustaka". Tujuan pemilihan bahan perpustakaan diantaranya adaJah untuk mengembangkan bahan perpustakaan agar berkualitas dan seimbang sehingga mampu melayani pemustaka khususnya masyarakat desa, selta memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Dalam pemilihan bahan perpuslakaan sebaiknya melibatkan pengurus Desa seperti Kepala DesalKelurahan, Ketua BPD, Ketua Urusan Pendidikan dan Kebudayaan pada BPO, Urusan Agama, Urusan Penerangan, Urusan Pemuda, Urusan Kesejahteraan Sosial.Urusan Pendidikan Desa, pengelola, serta masyarakat yang semuanya secara tidak langsung dapat dilibatkan untuk memberikan masukan tentang bahan perpustakaan yang dibutuhkan. 1. Prinsip-pinsip PemilihanBahanPerpustakaan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan bahan perpustakaan adalah sebagai berikut: a. Relevans; pemilihan bahan perpustakaan harus sejalan dengan tujuan pepustakaan karena setiap jenis perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda . • b. Pemilihan bahan perpustakaan hendaknya berorentasi kepada pemustaka,karena merekalahyangakanmemanfaatkan. 17 e. Kelengkapan bahan perpustakaan, hal ini untuk memperluas eakrawala pengetahuan pemustaka, judul-judul bahan perpustakaan hendaknya beragam. d. Kemutakhiran bahan perpustakaan hendaknya sesuai dengan perkembanganilmupengetahuandanteknologi. e. Anggaran kegiatan seleksi bahan perpuslakaan juga harus memperhatikan alokasi ~nggaran yang disediakan, apabila anggaran sangat lerbatas, diutamakan yang menjadl prioritas kebuluhan pemustaka. !. Memperhatikan pandangan petugas layanan, statistik buku yang dipinjam, statislik pemustaka, statislik peminjam, statislik pengadaan bahan perpustakaan dan kartu katalog shelflist. g. Hubungan dengan perpustakaan lain, kelerbatasan bahan perpuslakaan yang dimiliki perpustakaan dapat diisi dengan adanya kerja sarna dengan perpusw,kaan lain dalam hal ini peminjaman atau lukar menukar bahan perpustakaan. h. lidak bertentangan dengan Paneasila dan UUD 1945 serta tidak dilarang oleh JaksaAgung Republik indonesia. I. Kriteria Fisik Bahan perpustakaan : I. Benluk serasi dengan teks. ii. Kertas minimal lidak tembus pandang dan lulisan tidak membaur. J. Format dan lIustrasi. I. Ukuranhendaknyaserasidangar,isi. II. Formal meneakup desain halaman judul, bentuk huru!, gambar- gambar, penjilidan hendaknya serasi sebagai daya tarik bagi pemustaka. iii. Secara keseluruhan ilustrasi hendaknya cukup menjelaskan, keterangan sing kat serta sesuai dangan misi yang akan disampaikan. 18 19 2. AlaI Bantu Pemilihan Untukdapat memilihbahanperpustakaansecaratepat perlumengenaldan mampu menggunakan alat bantu pemilihan bahan perpustakaan yang berupa: a. Katalog penerbit. Katalogpenerbit merupakandaftarhasilterbitanyang diberikansecara cuma-cuma oleh penerbil, Kadang-kadang kalalog ini bukan hanya berupa daftar saja letapi disertai dengan isi ringkas dari setiap judul buku yang dilerbitkan. Daftar Judul buku tersebullelah disebarluaskan ke wilayah Kabupaten/Kota baik yang tercetak maupun melalui situs web. b. Bibliografi Nasionallndonesia Bibliografi Nasional Indonesia merupakan daftar terbitan yang ada di Indonesia, diterbitkanoleh PerpustakaanNasionalRI. c. BibliografiDaerah Bibliografi Daerah merupakan daftar terbilan yang ada di setiap daerah, diterbilkan oieh Perpustakaan Daerah di setiap Provinsi. d. Bibliografi khusus berbagai bidang ilmu e. Resensi buku I timbangan buku Resensi buku ini sangat dianjurkan untuk dijadikan alat bantu pemilihan karena di dalamnya terdapal ulasan ringkas mengenai isi buku sekaligus kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat menjadi bahanpertimbangan untukdiadakan. 3. PemesananBahanPerpustakaan Dalam melakukan kegiatan pemesanan bahan perpustakaan, pengelola membual formulir pesanan (desiderata) yang di dalamnya mencakup: a. nama pengarang b. judul c. edisi, jilid d. penerbil, lahun'lerbit, kola terbil e. harga f. jumlah eksemplar liap judul g. nama perpustakaanyang rhemesan h. hal-hal lain yang dianggap penting Tahap-Tahap Kegiatan Pengadaan Bahan Perpustakaan 1) Menentukan prioritas buku-buku yang akan dibeli. 2) Menyeleksi daftar buku yang merupakan pesanan dari pemustaka. 3) Mempeiajari alat bantu seleksi atau pemilihan bahan perpustakaan, sebagaialatbantuuntukmengumpulkan bahanperpustakaan. 4) Mempelajari bahan perpustakaan yang ada, untuk mengetahui kekurangan yang perlu ditambah atau mengadakan bahan perpustakaan yang belum ada, hal inl untuk menghlndari duplikasi- duplikasi bahan perpustakaan yang tidak perlu. 5) Semua bahan perpustakaan yang akan dlbeli dieatat pada kartu I daftarpesananbahanperpustakaan yangakandibeli. Contoh kartu pesanan dengan ukuran 7,5 em X 12,5 em. KARTU PESANAN Perpustakaan . Jalan . Pengarang Judul Penerbit Jumlah Eks Kotaterb~ Tahun terbit Harga satuan: . Dana Agen Tgl. Pesanan: Tgl. Terima Keterangan : DIPILIH/DISETUJUI/DIPESAN 6) Setelah kartu diisi, eocokkan dengan daftar permintaan jika ada, kartudikeluarkandandisatukan dengankartupesanan. 7) Jumlahkan harga seluruh pesanan, kemudian eocokkan dengan dana yang tersedia. Apablla tidak meneukupi, tentukanlah pesanan yang dapat ditangguhkan. 20 - 8) Kartu pesanan tersebut disusun menurut alfabetis nama penerbit alau urulan lain sesuai yang dikehendaki, kemudian buallah daftar rangkap sesuai dengan pesanan yang diperlukan, kemudian dikirim kepada toka buku, agen atau badan lain yang akan melayani pesanantsb. Contoh~ncalalan daftar gembelian buku . • Th.terbit Jim.! Harga Total No PenerbitlPengarang Judul Cet./Ed. Eks. Satuan Rp. Ket. • R. I. Gramedia 1. AgusBudiyanto Teknik 20091 2 65.500 131.000 membuat Cet.2 perhiasan perak 2. Suryani BUdidaya 20091 3 15.000 45.000 ikanairtawar Cet.3 3. TriYuwanta Beternak 2009/ 3 15.000 45.000 ayamburas Cet.1 II Indiva Media Kreasl 1 Afifah Afra Panduan 200BI 2 54.000 10B.000 amalwanita Cet.1 solihah 2 AliNurdin 35 jurusanti 200B/ 3 21.000 63.000 matigaya Cel.2 3 RagilRomero Kamubukan 2009 2 31.000 62.000 bintanQ Cet. 1 Jumlah 15 201.500 454.000 Banyumas, 21 Maret2010 Perpuslakaan Bojongsari Kepala, (Sugiyarto Pramujito) • 21 g) Agar memudahkan petugas, maka kartu pesanan hendaklah disusun menurut abjad pengarang atau judul dan di-file dalam daftar. 10) Kartu pesanan buku-buku yang belum dapat dibeli karena dananya belurnmencukupi, difiledalamdaftarpermintaan. 11) Setelah buku-buku yang dipesan sudah datang , kemudian dicek, apakah sudah sesuai dengan pesanan, apakah halaman, jilidan, tulisan dan lain-Iainnya. Jika sudah sesuai langsung diproses, namun apabila belum sesuai, hendaklah diselesaikan terlebih dahulu,barukemudiandilakukanpemrosesan. c. Pengadaan Bahan Perpustakaan Secara umum pengertian pengadaan bahan perpustakaan adalah proses penyediaan bahan perpustakaan yang dibutuhkan oleh pemustaka. Proses mengadakan bahan perpustakaan melalui berbagai cara seperti • pembelian, hadiah, tukar menukar atau membuat sendiri. 1. Tujuan Pengadaan Bahan perpustakaan: a. Untuk menyeleksi bahan perpustakaan yang tersedia sesuai dengan keinginanataukebutuhanpemustaka. b. Agar bahan perpustakaan yang tersedia dapat mengikuti arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Mewujudkan suatu sistem penumbuh-kembangan minat baca yang sesuai dengan kebutuhan minat pemustaka dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. 2, Cara PengadaanBahanperpustakaan Pengadaan bahan perpustakaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: a. Pengadaan oleh Pemerintah Perpustakaan DesaiKelurahan terkadang mendapat dropping buku- buku bacaan dari Pemerintah baik yang berasal dari dana Dekonsentrasi melalui Perpustakaan Provinsi maupun dana dari 22 Pemerintah Daerah. b. Pembelian Pengadaan bahan perpustakaan dengan cara pembelian merupakan cara yang terbaik, apabilamempunyaianggaranyang memadai, karena dengan membeli, bahan perpustakaan yang diperlukan akan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Pembelian ini dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia, jadi perpustakaan dapat menentukan prioritas bahanperpustakaan yangharusdibeli. 1. Pembelian langsung dapat dilakukan di toko buku dengan • berpedoman pada dattar bahan perpustakaan yang akan dibeli. 2. Pembelian tidak langsung dilakukan dengan memesan bahan perpustakaan kepada toko buku atau penerbit. c. Hadiah I pemberian Kegiatan ini dapal dilakukan secara pasif maupun aktif, yailu pustakawan alau pengelola perpustakaan menunggu (pasi!) dan meminta (aktif) kepada inslansi Ilembaga organisasi I perorangan yang memberikan hadiah kepada perpustakaan. d. Tukar Menukar Cara tukar menukar bahan perpustakaan ini dapat dilakukan oleh perpustakaan, termasuk Perpustakaan Desa/Kelurahan. Tukar menukar bahan perpustakaan dapat dilakukan baik antar sesama perpustakaanDesa/Kelurahanmaupundengan jenis perpustakaanlain asalkan bermanfaat wituk kedua perpustakaan tersebut. Bahan perpustakaan yang jumlah eksemplarnya berlebih dapat ditawarkan kepada perpustakaan lain untuk dimanfaatkan. Apablla perpustakaan DesaiKelurahan mampu melakukan kegiatan ini, maka pengembangan dan pembinaan bahan perpustakaan akan leblh mudah dilakukan. Bahan perpustakaan yang dimiliki oleh perpustakaan A namun kurang bermanfaat dapat dilukar dengan bahan perpustakaan yang dimlliki oleh perputakaan B alau perpuslakaan lain yang lebih membutuhkan . 23 e. litipan Tokoh masyarakat biasanya memiliki beberapa buku bacaan yang sengaja dititipkan di Perpustakaan Desa/Kelurahan sehingga buku- buku tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan I informasi bagimasyarakatsetempat 1. MembuatSendiri Setiap perpustakaanbisa menambahbahan perpustakaandengancara membuat sendiriuntuk memperkayara9am bahan perpustakaanyang dimiliki termasuk juga perpustakaan Desa/Kelurahan. Bahan perpustakaan yang dapat dibuat sendiri oleh Perpustakaan Desa/Kelurahan antara iain : 1) Membuat kliping dari koran, majalah, buletin dan sebagainya, dengan memilih subyek tertentu, misalnya tantang salns, kesehalan, kedokleran, dsb. 2) Mengumpulkan gambar-gambar dari berbagai sumber (koran, majalah, dsb) tentang peristiwa-peristiwa penting, kemudian dijilid untuk menambah bahan perpustakaan yang dapal memberikan tambahanpengetahuanbagimasyarakat 3) Membual majalah dinding yang memual cerita-cerita pendek, puisi, karikatur, dsb dikumpulkan menjadi salu menurut jenisnya kemudian dibukukan. Hasilnya akan diperoleh kumpulan cerita pendek, puisi, karikatur, dsb. Bahan perpustakaan yang dibuat sendiri oleh perpustakaan dapat dipasang di lempat yang cukup strategis atau dikumpulkan sesua, dengan kelompoknya dan dimasukkan dalam vertikalfile. D. Pemeriksaan Bahan Perpuslakaan Pemeriksaan bahan perpustakaan merupakan kegiatan memeriksa bahan perpustakaan yang sudah dibell dan sudah diterima apakah bahan perpustakaan yangditerimasesuaidenganpesananatautidak.Selainitujuga untukmemeriksaapakahbahanperpustakaan tersebut cacal,misalnya 24 jika berupa buku apakah ada halaman yang rusak atau terbalik, jilidannya lepas dan sebagainya. Jika timbul masalah seperti itu, maka dikembalikan kepada sumber yang bertanggung jawab atas pengadaan bahan perpuslakaan tersebut. Seluruh bahan perpuslakaan yang akan dikoleksi perpustakaan harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu, termasuk yang berasal dari sumber hadiah. Bahan perpustakaan yang dibahan perpustakaan sudah dipastikan bahwa informasi. yang dimuat sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Bahan perpustakaan hasil hadiah yang isinya tidak sesuai dengan jenis dan tingkat pendidikan pemustaka dapat dihadiahkan ke perpustakaan lain atau digunakan untuk tukar menukar bahan perpustakaan. Apabila pemeriksaan sudah dilakukan dan tidak ada masalah maka dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya. E. Jenls Bahan perpuslakaan Batasan bahan perpustakaan menurut UU No. 43 tahun 2007 adalah semua bahan yang menjadi bahan perpustakaan sebuah perpustakaan. Keaneka ragaman bahan perpustakaan pada suatu perpustakaan DesaiKelurahan dapat digolong"kanke dalam beberapajenis, yaitu : 1. Bahan perpustakaan berbentuk buku Buku merupakan bahan perpustakaan ulama bagi sebagian besar perpustakaan termasuk di perpustakaan Desa/Kelurahan. Bahan perpustakaan buku untuk sebuah perpustakaan Desa/Kelurahan terdiri atas buku bacaan fiksi maupun non fiksi dan buku sumber (Rujukan) a. Buku Fiksi adalah buku cerita ciptaan seorang pengarang berdasarkan khayalan. Buku fiksi merupakan buku yang dapat memberikan hiburan dan dapat pulamendidikparapembacanya. Contoh buku fiksi : Ketika hujan mulai turun, Bukan cinta sesaat, Ayat-ayat cinta 25 • b. Buku Non Fiksi yaitu buku ilmu pengetahuan yang memuat hasil pikiran dan pengamatan seorang pengarang agar pengetahuan tersebut dapat disebarkan kepada siapa saja yang membaca atau mempelajarinya. Contoh buku non fiksi: 1) Tanama buah pembawa rejeki 2) Membuat pakan ternak secara mandiri 3) Seni lakta dan rahasia di balik candi 4) Terampil bahasa Mandarin c. Buku Sumber (Rujukan) Buku sumber/referensi merupakan buku acuan yang digunakan sebagai sumber informasi oleh masyarakat desa untuk mernperoleh pengetahuan tambahan tentang suatu bidang Hmu atau ketrampilan. Bukureferensiterdiridari: 1) Kamus Buku yang memuat daftar kata atau istilah beserta artinya dalalr bahasa atau disiplin lImu tertentu yang dJsusun alfabetis. Kamus memuat penjelasan tentang pemaka;an, sinomm. dan pengucapan kata dalam bahasa tertentu, gunanya untuk mencari informasi mengenai arti kata. atau istilah. Khusus untuk Perpustakaan Desa/Kelurahan selain menyediakan kamus umurn bahasa Indonesiadan kamus bahasa Inggris,juga disarankanmenyediakan kamus bahasa daerah (Bahasa Jawa. Sunda) dan kamus bahasa Arab. 2) Ensiklopedi Ensiklopedimenghimpunsemua topik tentang semua peristiwadan lakta yang menyangkut semua bidang disiplin ilmu (ensiklopedi umum) atau bidang disiplin Hmu tertentu (ensiklopedi khusus). Keterangan yang dicakup dalam ensikiopedi meliputi : definisi, sejarah, uraian arti,s~rta hubungan bidang tertentu dengan hal-hal lain. Ensiklopedidisusun alfabetis masing-masing bidang. Contoh : 26 27 ensiklopedi wayang 3) Direktori Buku petunjuk untuk menemukan nama orang, alamat lembaga, nornortelepon lengkap dengan data-datalainnya,disusunsistematis dana~abelis. Contoh alamat kanlor desa se-Jawa Tengah 4) Almanak Terbilan yang memuat kelerangan slatistlk dan berbagai keterangan lain tentang satu atau berbagai bidang disiplin ilmu daiam jangka waktu tertenlu. 5) Atlas dan peta Atlas atau kumpulan peta memuat informasi geografis yang berhubungan dengan kota, daratan, lautan, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, batas negara dan wilayah, dan sebagainya. Contoh atlas mengenai Kabupalen/Kota/Kecamalan yang merupakan tempat desa/kelurahan ituberada 6) Buku pegangan Buku pegangan dikenal dengan hand book, adalah buku yang memuat kumpulan berbagai fakta mengenai suatu masalah atau subyek, berisi inforrnasi mengenai petunjuk dan identifikasi suatu masalah secara mendasar. Isinya mirip dengan buku leks tetapi lebih praktis karena berisi petunjuk-pelunjuk praktis cara mengerjakan sesuatu .secara sistematis sesuai isi yang dianjurkan oleh buku lersebut. Sedangkan buku teks cenderung berisi informasi yang harus dipelajari oleh setlap siswa. Misalnya buku pedoman mengenai Pelaksanaan POKJA(Kelompok Kerja) bagi kegiatan PKK 7) Buku lahunan Buku yang berisi peristiwa-peristiwayangte~adi selama satu tahun terakhir, informasi tersebut meliputi peristiwa-peristiwa penting, antara laindata, fakta,dan statistik selama satutahunterutamayang masih berkaitan dengan wilayah I tempat perpustakaan itu berada 2. Bahan perpuslakaan Bukan Buku a. Terbitan berkala atau serial Ya~u lerb~n yangditerb~kan secara berkala, seperti harian alau surat kabar, majalah bisa mingguan, bulanan, lriwulanan ,dsb. Artikel yang terdapat dalam majalah adalah artikel mulakhir. Kemulakhiran informasi disebabkan proses penerMannya yang cepat. Sedangkan di dalam surat kabar dapat diperoleh informasi mengenai fakta atau peristiwa yang baru atau sedang le~adi. Buletin bisa berupa selebaran atau majalah yang berisi warta alau pernyataan lertulis yang diterbitkan secara periodik oleh suatu lembaga alau organisasi untuk kelompok profesitertentu. b. Bahan-bahan vert/calfiJe seperti guntingan surat kabar dan majalah (kliping). Gunlingan- gunlingan ini harus ditempel diatas karton manila alau kertas HVS, disusun berdasarkan subyek pembahasannya, kemudian dijilid dan dilempatkan pada vertical file. c. AlaI Pandang Dengar (Audio Visual) seperti Film, Kaset, PiringanH~am dan Tape, TV, Slide, Video, Globe, Lukisan, Peta dsb. • 28 BABVI PENGOLAHAN BAHAN PERPUSTAKAAN Kegiatan yang harus dilakukan di perpustakaan salah satunya adalah pengolahan bahan perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada pemustaka dalam mencan danmenemukaninformasiyangdiperlukan. Langkah-Iangkah dalam pengolahan bahan perpustakaan meliputi: 1. Pencantuman Identitas Bahan perpustakaan Bahan perpustakaan yang sudah sesuai dapat dilakukan pencantuman identitas. Semua bahan perpustakaan, khususnya bahan tercetak harus diberi identitas kepemilikan. landa ini biasanya berupa stempel.Ada dua macam stempel identitas yaitu: a. Stempel inventaris dibubuhkan di balik halaman judul pada bagian yang kosong/tidak ada teksnya. b. Stempel identitas berupa stempel memanjang untuk dibubuhkan pada s,s, buku sebelah luar atas, bawah dan depan. Contoh: IPERPUSTAKAAN KELURAHAN BOJONG c. Stempel identitas berupa stempel pendek. Contoh: I PERP. KEL. BOJONG Stempel pendek ini ditempatkan sesual kesepakatan pengelola, biasanya dibubuhkan di tiga tempat yaitu : i. Pertama pad" halaman jUdul, ditengah-tengah halaman pada bagian sebelah bawah a!au dibawah teks. Ii.Kedua, pada akhir isi buku, di tengah-tengah halaman pada tempa! sebelah bawah atau di bawah teks. 29 III. Ketiga, pada halaman rahasia atau halaman tertentu, di tengah-tengah halaman pada tempat yang kosong di bawah teks, penempatan stempel pada nomor halaman diusahakan menggunakan interval halamantertentu. (Penjelasanberdasarkangambaralur) 1. SlAPKAN :STEMPEL IDENTrr"s PERPUSTAKAA N 2. BUBUHKAN STEMPEL PADA PfRPUSTAKAAN DE.... HALAMAN RAHASIA INVEHTARISASI HAlAMAN TERAKHIR STEMPEL lWEHTAR1S Ell {!:<., BANTAlAH STEMPEL U DAN TINT" STEMPEL ITAHGGAL 0-1 NO lNOOK : , CATATPADA BUKU INOlJl( IINVENTARIS IUHAT ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN 1 2. Inventarisasi 8. Invetarisasi Buku Setelah buku dibubuhi stempel, buku tersebut dicatat dalam buku induk I buku inventaris berdasarkan pencatatan buku. Setiap eksemplar buku memiliki nomer induk sendiri, hal ini untuk memudahkan mengelahui jumlah bahan perpustakaan yang dimiliki perpustakaan. Sila satu judul buku terdiri lebih dan satu eksemplar, nomor induknya ditulis menerus, cantumkan kopi1,2,3atauc.1,c.2 30 dan seterusnya. Ini berarti bahwa setiap eksemplar buku rnerniliki salu nomor induk. Misalnya buku berjudul "Indahnya Kola Kembang" jurnlahnya dua eksernplar. Eksemplar pertarna diberi satu nornor dan eksemplar kedua diberi nomor lain. Sebaiknya unluk buku pembelian, hadiah dan tukar menukar rnasing-masing mempunyai bukuinventaris ataunornerinduktersendiri. Conloh Kolom buku inventaris/lnduk adalah : • Tahun Nomor Kete No Tgi Pengarang Judul Penerbit terbit Klas Harga rangan 1 2 3 4 5 6 7 B 9 . • Cara pengisian buku lnventaris I bukuinduk: • Kolom1 Nomorinduk I inventarisdiisidengan nomorurut • Kolom 2 Tanggal, diisi lengkap tanggal, bulan, lahun kelika buku dicatat • Kolom3 • Kolom4 • Kolom5 • Kolom6 Pengarang,diisidengannamapengarangutama Judul, diisi dengan judul buku yang lercanlum pada halaman judul Penerbit, diisi dengan kota tempat terbit dan nama penerbit :Tahunterbit, dilsi dengan tahun buku diterbitkan 31 • Kolom7 : Nomor Klasifikasi,diisi dengan nomer klasifikasidari buku tersebut • Kolom8 Harga, diisi dengan harga buku sesual faktur (apabila pembetian) • Kolom 9 : Kolom keterangan, diisi apabila buku rusak, d~arik dariperedaran,bukuhilang,penggantian. Penempatan nomor induk I inventaris pada buku ditempatkan dibelakang haiaman judul beserta tanggal pencatumannya dan biasanyadibuatkan stempelkhusus. Centehstempelinventaris : PERP. KEL./ DESA BOJONG No. Dallar Tanggal 32 Keterangan : • Nemor Daftar • Tanggal diisi dengan Nemer inventaris sesuai dengan nomor pada buku inventaris yang memuat informasi buku tersebut disesuaikan dengan kode-kodeyang telah disepakati diisi dengan tanggal pada sa at pengelola mencatat bukupadabukuinventaris ALUR KERJA PENGOLAHAN PENGECAPAN .. INVENTARISASI KLASIFIKASI .- KATALOGISASI .- PERLENGKAPAN BUKU BUKU SlAP SAJI PENJAJARAN BUKU (SHELVING) .. PENJAJARAN KARTU KATALOG ( FILING) b. Invetarisasi Bahan perpustakaan Berkala (Majalah, Surat kabar dan Bulletin) Semua bahan perpustakaan berkala yang menjadi milik perpustakaan terlebih dahulu dibubuhi stempel perpustakaan, kemudian didaftar I diinventaris pada kartu yang dibuat dari • karton manila berukuran 18 em X 23 em. 33 Contoh Kartu Surat Kabar : PERPUSTAKAAN ..................... JALAN ................................. Judul · Harga Langganan Rp...................... • ·.................... Penerbit • Alamat · • ·.................... • ............................... Tahun · Catatan • • ·.................... • .................................. Tanggal 1 2 3 4 5 6 sid 31 Keterangan Januari Pebruari Sid Desember • 23 X 18 C t h K rt M . I h Uk on 0 a u ala a • uran em. • Perpustakaan : Jalan • • Judul • • Penerbit · Harga langganan : Alamat Catatan: Januari Pebruari Sid Juni Tahun Tgi. I J Vol. Tgl. No Vol. Tgi No Vol. • • e. Inventarls guntingan surat kabar atau majalah (Kliping). Guntingan surat kabar atau majalah hendaknya dihimpun dalam map atau sejenis amplop besar. Pada bagian luar map atau amplop besar diberi catatan mengenai subyek atau bidang ilmupengetahuan tertentudandiberinomorklasifikasinya. Map atau amplop ini sebaiknya disusun dan ditempatkan pada suatu tempat misalnya pada vertical file atau kotak. Penyusunan dapat diatur menurutabjad subyekatau nornorklasifikasinya 34 3. Klasifikasi a. Sejarah Klasifikasi Menurut Aritoteles, semua ilmu pengetahuan merupakan pengumpulan dalam satu golongan, hal-hal yang khususnya dibawah konsep-konsep klas yang bersifat universal, dan menyusun konsep dalam satusistem. Tujuan ilmu pengetahuan ialah suatu pembatasan yang menjelaskan sifat-sifat yang mana mereka dibedakan dari kelompok lainnya. Jadi akhir ilmu pengetahuan adalah mengklasifikasikan secara lengkap obyek-obyek ilmu pengetahuan kedalam kelompok- kelompok yang menunjukkan semua kesamaan dan perbedaan dalamsifat-sifat berbagai klas. Pengetahuan dalam arti luas berarti mengelompokkan, membagi-bagikan serta ide-ide dalam suatu jumlah yang tidak terbatas. Kita mengklasifikasi tidak saja obyek-obyek yang berwujud yang dapat dilihat serta diraba tetapi kita harus mencoba mengklasir semua perasaan, ide, pengertian yang ada, yang telah ada serta yang akan mungkin ada. Sejarah klasifikasi dalam arti yang luas berjalan sejajardengansejarahpikiran manusiaitusendirL b. Pengertian dan TUjuan Klasifikasi. a. Pengertian Klasifikasi Klasifikasi berasal dari bahasa Inggris yaitu classification yang berartipenggolongan atau pembagian. Secara umum pengertian klasifikasi adalah "pengelompokan yang sistematis dari sebuah abyek , gagasan,buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau 9010ngan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sarna". Istilah ini sebenamya banyak digunakan di berbagai kegiatan balk itu kegiatan sehari-hari atau pada bidang disiplin ilmu lainnya. Dalam I stilah perpustakaan yang dimaksud klasifikasi adalah pengelompokkan bahan-bahan perpustakaan menurut golangan atau jenis dalam beberapa kelas/golangan. Pengelompokkan ini 35 36 biasanya menurut subyek atau isi pokok dari suatu bahan perpustakaan, tetapi bisa juga menggunakan ciri tertentu misalnya berdasarkan bentuk fisik bahan perpustakaan yang berbeda seperti buku, surat kabar, microfilm, CD ditempatkan secara terpisah. Klasifikasi juga dapat berdasarkan pemakaiannya, seperti bahan perpustakaan referensi dipisahkan dari bahan perpustakaan anak-anak, ada juga yang dikelompokkan berdasarkan kronologis waktu atau abjad. Namun demikian yang menjadi dasar utama .penggolongan bahan perpustakaan yang paling banyak digunakan adalah penggolongan berdasarkan lSI atau sllbyek buku. Dengan adanya klasifikasi yang didasarkan pada isi atau subyek buku maka buku-buku yang sejenis atau sama mer.jadi satu kelompok sedang buku-buku lain yang hampir sejenis atau berhubungan erat, letaknya berdekatan. Dengan demikian jelaslah bahwa klasifikasi akan dapat mempermudah bagi pemustaka atau petugas perpustakaan dalam mencari bahan perpustakaan yang dibutuhkan secara cepatdan tepat. a. Tujuan Klasifikasi 1) Menentukan lokasi bahan perpustakaan didalam jajaran koleksi bahan perpustakaan sehingga memudahkan temu kembali informasi (Iokasipada rakbuku) 2) Mengumpulkan semua bahan perpustakaan yang memiliki subyek yang sama dalam satu jajaran koleksi bahan perpustakaan. 3) Memudahkan dalam penempatanbuku baru dan penyiangan. c. Manfaat Klasifikasi. I. Untuk penelusuran bahan perpustakaan yang dimiliki oleh perpustakaan. II. Untuk pengembanganbahanperpustakaan. 111.Membantu oranguntukberfikirsecara sistematis. iv. Membantu dalam melengkapi fakta-faktainformasi. d. Macam-macam klasifikasi. i. Dewey Decimal Classiflcation (DOC) Klasifikasi persepuluhan Dewey adalah hasil karya Melvil Dewey (1851-1931). Seorang pustakawan di Ambers College Massachusetts. Pada tahun 1876 menerbitkan DOC edlsi pertama dengan judul "A Classiflcation and Subject Index for a Library". Pada terbilan tersebut hanya terdiri 42 halaman yang berisi 12 halaman pendahuluan, 12 halaman bagan dan 18 halaman indeks. DOC terus menerus mengikuti perkembangan IImu pengetahuan, sehingga dewasa ini telah terbit edisi ke 22, yang terdio 4 (empat)jilid yaitu : Jilid I berupa introduksi dantabel Jilid II bagan 000 - 599 Jilid III bagan 600 - 999 Jilid IV berupa indeks relatlfdan manual Kelestarlan DOC tetap terjaga karena ada sebuah lembaga yang mengawaslnya yaltu : "The Lake Placed Education Foundation and the Library of Congress" dlAmerlka Serikat. Ii.Universal Decimal ClassiflcaUon (UDC) Penyusunan bibliografi Universal dlmulai pada tahun 1895 oleh Institute Intemasional de Bibliograpic (liB) dl Brusel. liB kemudlan berubah menjadi Federation International de Decomentation (FlO), perintls pengembangan UDC ialah Poul Otlet dan Henri La FontainedariBelgia. Edlsi pertama terbit dalam bahasa Prancls yang ditulis oleh Paul . , Otlet pada tahun 1905 dengan judul manuel de repr/oire Bibliographique Universal. Edisl lengkap kedua terblt pada tahun1927 dan 1933, edisl ketlga terbit antara tahun 1934 hingga 1952. Edisi lengkap dalam bahasa Inggrls terbit tahun 1943, namun hlngga kini belum lengkap. 37 38 Bagan Ringkasan UDC 1. Filsafat, melafisika, psychologi, logica, ellka. 2. Agama,lheologi 3. IImu-ilmu sosial 4. (Kini kosong, semula unluk linguisilk, filologi). 5. Matematika dan ilmu-ilmu alam 6. Ilmu-iimu terapan, kedokteran, leknologi 7. Seni,rekreasi,hiburan, olahraga 8. Linguislik, filologi, sastra, belles-lettres 9. Geografi, biografi, sejarah. iii. Library of Congress Classification (LCC) Dikembangkan pada lahun 1899 dan diterbilkan pertama kali tahun 1901. Digunakan oleh perpustakaan kongres di Amerika Serikat, dan disusun dengan huruf-huruf. A Karya umum B Filsafat BL Agama C Sejarah o Sejarah dan biografi E Amerika K Hukum L Pendidikan P Bahasa dan kesusastraan 5 Pertanian T Teknologi Z Bibliografi dan perpustakaan iv. Bibliographic Classification Yaitu sistem klasifikasi yang diciptakan oleh H.E. Bliss pada lahun1935. Sistem klasifikasi ini menggunakan notasi angka unluk pembagian subyek utama bahan perpustakaan dan dilengkapi. dengan nolasi huruf untuk menyatakan subdivisi benluknya. . v. Colon Classification (CC) Yaitl' sistem klasifikasi tilik dua yang disusun oleh S.R Ran~analan pada tahun 1993. Titik dua yang dimaksudkan adadalah tanda gabung notasi kelas untuk berbagai konsep subyek yang terdapat pada bahan perpustakaan. Untuk menyatakan kelas setiap bahan perpustakaan CC menggunakan notasigabunganhurufdanangka. e. Analisis Subyek Analisis subyek merupakan pengenalan konsep-konsep dakumen yang dicakup aleh sebuah dakumen dan diperlukan untuk mengindeksnya. Dengan kat a lain analisis sUbyek merupakan langk~h awal kegiatan klasifikasi yaitu dimulai dari proses meneliti, mengkaji dan menyimpulkan isi yang dibahas di dalam dakumen (bahan perpustakaan). Kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting dan memerlukan kemampuan intelektual, karena disinilah ditentukan pada subyek apa suatu dakumen (bahanperpustakaan) akan ditetapkan. Subyek yang dibahas dalam bahan perpustakaan memiliki tiga unsur yang membentuk kesatuan konsep subyek, unsur-unsur tersebut yaitu: a. Melihatlsibukusecaratek,nis antaralaindenganmemperhatikan: 1).Judul buku Pada umumnya judul pada sebuah buku telah menggambarl Peternakan 636.003 -009 -> sub divisi slandar 009 > perlakuan sejarah dan geografi 636.00973 > Pelernakan diAmerika Serikal 1.3). Tabel3 (keliga) Kesusasleraan Pada prinsipnya dapat ditambahkan secara langsung pada nomordasarkesusasteraan yangterdapatpadabagan. Conloh: 811 Puisi Indonesia 1.4). Tabel4 (keempat) Subdivisi dari masing-masing bahasa Pada prinsipnya dapat ditambahkan secara langsung pada nomor dasar bahasa khususnya yang tidak berakhir dengan angka noi (0). Conloh :439.311 Fonologi bahasa Belanda 1.5}. Tabel5 (lima) : Ras, Bangsa, Kelompok Etnis Notasi ini tidak dapat berdiri sendiri, namun dapat ditambahkan pada. norner dasar di bagan. Pemakaiannya hanya jika diperlukan, baik langsung maupun melalui nolasi Subdivisi Slandar089.7 Conloh: a} Lan9sung Notasi dasar dari bagan +Tabel5 Psikologi bangsa 155.8 Auslralia (T5) 24 Psikologi bangsaAustralia 155.824 b) Melalui notasi 089 (T1) Notasi Dasar Bagan + 089 +TS Seni keramik 738 Notasi T1 089 BangsaArab 927 Seni keramik bangsaArab: 738.089 927 1.6). Tabel6 (enam) Bahasa-bahasa Bahasa yang dimaksud disini adalah bentuk penyaJlan dan bahan perpustakaan. Pemakaian subdivisi bahasa ini secara langsung ditambahkan pada namar dasar yang terdapat pada bagan dengan perintah penambahan natasi dari T6. h. Bagan (Scedules) DOC adalah bagan klasifikasi sistim hirarki yang menganut sistim desimal untuk membagi semua bidang ilmu pengetahuan. Seluruh ilmu pengetahuan dibagi ke dalam 9 (sembilan) kelas utama yang diberi kadel lambang (selanjutnya disebut natasi) 100 sampai dengan 900. Disamping itu terdapat puia kelas yang kesepuiuh yaitu untuk karya umum diberi notasi 000. Langkah-Iangkah yang ditempuh dalam menentukan namar klasifikasi yang berpedaman pada DOC adalah : 1) Tentukan lebih dahulu subyek dan aspek bahan perpustakaan. 2) Tentukan untuk sementara pada klas utama mana bahan perpustakaan tersebut dikelaskan. 3) Tentukan mas uk divisimana bahan perpustakaan tersebut. 4) Dengan cara yang sama selanjutnya berturut-turut teliti seksi, sub seksi, sub-sub seksi (kalau perlu lebih dari itu) sampai memperaleh namoryang paling tepa!. 5) Pada setiap langkah dan prasedur di atas kita harus memeriksa pada setiap petunjuk dan catatan yang kita jumpai sehingga kita tidak membuat kesalahan dalam mencari namar klas yang tepa!. Ringkasan pertama dalam bagan adalah sepuluh klas utama, setiap klas utama dibagi lagi secara desimal menjadi 10 (sepuluh ) bagian divisi sehingga terdapat 100 divisi disebut ringkasan kedua. Masing- masing divisi dibagi lagi menjadi sepuluh seksi sehingga diperoleh 1000 (seribu) seksi disebut ringkasan ketiga. Ringkasan pertama dalam bagan terdiri dari sepuluh kelas utama yaitu : 000 Karya Umum 100 Filsafat dan psikolagi 200 Agama 300 Ilmu-i1musosial 45 400 Bahasa 500 IImu-ilmumurni 600 IImu-ilmulerapan 700 Kesenian, hiburan, olahraga 800 Kesusasleraan 900 Geografi dan sejarah Untuk Ringkasan kedua yang terdiri dari 100 (seralus) divisi, nngkasan keliga lerdiri dan 1000 (seribu) seksi, dan sebagian Bagan lengkap (scedu/e)lerlampir i. Indeks Relalil (Re/ativeIndex) Untuk membantu mencari notasi suatu subyek dalam DOC terdapat indeks relatil. Pada indeks relatil lerdapal sejumlah islilah yang disusun seeara ailabetis. Istilah tersebul mengacu ke notasi yang terdapal dalam bagan. Dalam inc'eks relalil lerdaftar sinonim unluk istilah,hubungan-hubungan dengansubyek lain. Contoh : • Perkawinan Hukum Hukum Islam Kebiasaan Krislen (sakramen) Sosioiogi 346.01 297.43 392.5 265 306.8 46 Pada bagan berbagai aspek dari sualu subyek lerpisah-pisah letaknya dalam berbagai disiplin ilmu, sedangkan di dalam indeks aspek-aspek sualu subyek dikumpuikan bersama-sama di bawah tajuk subyeknya, dan disertai indikalor ielaknya di dalam bagan. Qleh karena penempalan. aspek aspek subyek yang lidak telap inilah maka indeks DOC disebut indeks relalil. Dengan singkal dapat dikatakan bahwa tajuk dalam bagan disusun seeara sislemalis dan tajuk dalam indeks seearaallabetis. 4. Katalogisasi a. PengertianKatalogisasi. Katalagisasi merupakan kegiatan meneatal dala bibliagrafi bahan perpustakaan yang melipuli : pengarang, judul, edisi, eetakan, kola terbit, penerbit, tahun lerbit, jumlah halaman, ilustrasi, ukuran,seri,danlain-lain. Dalam pembuatan kala log (penealalan deskripsi bibliagrafi) perlu diperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut: Urutan unsur-unsur deskripsi : Peraturan untuk daerah deskripsi bibliagrafi didasarkan pada ISBD (G) (International Standard Bibliographic Description) yang diserap dalam AACR2 (Anglo American Cataloging Rules 2) sebagai kerangka kerja umum deskripsi bibliografis yang kemudian dikembangakan berbagai ISBD untuk berbagai jenis bahan perpustakaan seperti ISBD (M) yailu untuk managraf I buku, terdapat 8 daerah I bidang deskripsi yailu : 1). Bidang judul dan keterangan pengarang/penanggung jawab : a) Judul biasa b) Judulparareldan informasi lain c) Kelerangan pengarang/penanggungjawab 2). Bidang edisi/eelakan a) Keterangan edisi/eelakan b) Kelerangan penanggungjawab yang berhubungan dengan edisi. 3). Bidang rincian khusus (penamaran atau data matemalis) 4). Bidangketeranganpener~itan I impresum a) Tempal pUblikasi b) Nama penerbit e) Tahunterbil • 47 48 5). Bidang deskripsi fisik . a) Pagina ( halaman ) dan I ataujilid b) Keterangan ilustrasi (jika terdapat gam bar, grafik, tabel, peta, dll.) c) Ukuran buku (tinggi buku alau panjang x lebar apabila buku tersebut disajikan melebar ke samping (landscape) d) Keterangan tentang bahan yang diikutsertakan (misalnya + CD) 6). Bidang seri a) Keterangan I judul seri b) Keterangan I judul sub seri c) Penomoran seri . d) ISSN yang berhubungan dengan seri 7). Bidang anotasi a) Keterangan/penjelasan yang berhubungan dengan bahan perpustakaan. b) Keterangan yang dianggap perlu sebagai informasi tentang bahan perpustakaan tersebut. 8). Bldang ISBN, jilidan dan harga a) ISBN (International Siandart Book Number) b) Jiiid (diberikan keterangan yang ada jilid berapa saja) c) Harga b. Tanda baca/pungtuasi . Dallar unsur-unsur dan tanda baca yang ditelapkan 1).Bidang judul dan keterangan pengarang Judul biasa - Judul paralel Judullain atau informasijudullain atau anakjudul I Keterangan pengarang pertama Keterangan pengarang kedua atau yang berikutnya Keterangan, penyadur, penterjemah, editor, dsb. • 2).Bidang edisi ,-- Keteranganedisi I Keterangan pengarang pertama yang berkaitan dengan edisi Keterangan pengarang kedua alau yang berikutnya yang berkaitan dengan edisi 3).Bidang keterangan penerbitan (impresum) . Tempatpenerb~ Namapenerb~ Tahun terbit 4).Bidang kolasi I data fisik Jumlah halaman (page) I jumlah jilid Keterangan ilustrasi Ukuran + Lampiran 5). Bidang seri •• Keterangan seri Keterangan sub sen Penomorandalam seriatau sub seri c. Sumber informsi Infonmasi yang digunakan dalam disknpsi diambil dan sumber· sumber tertentu dan dalam urutan pilihan yang teiah d~etapkan. Bila informasi tidak dapat diperoleh dari sumbert pertama, diambil dari sumber 'kedua, jika tidak terdapat pada sumber ketiga, diambil sumber keempat, dan seterusnya. Urulan sumber infonmasiyang dikelahui : 1). Halaman judul 2). Halaman di balik halaman judui halaman verso) 3). Kata pengantar 4). Halaman belakang (co/ofon) 5). Kulit buku (cover) 49 6). Jacket buku 7). Daftar isi Untuk tiap-tiap bidang sumber tertentu dinyatakan sebagai "sumber utama inform~si". Infomasi yang diambil dari sumber lain dari sumber utama untuk bidang bersangkutan dimasukkan dalamkurungsikupersegi[ ]. Berikut diberikan daftar tabel sebagai penunjuk bidang informasi yang akan dituliskan dengan sumber informasiyang bisadigunakan Bidang a). Judul dan kepengarangan b). Edisi c). Impresum d). Kolasi e). Seri I). Catatan g). ISBN, jilid dan harga Sumber informasi utama Halaman judul Halaman judul, lain-lain Halamanjudul,lain-lain Publikasi yang bersangkutan Publikasi yang bersangkutan Dari mana saja Dari mana saja d. Bahasa dan ejaan Dalam membuatdiskripsi dikenal2 istilah bahasa yaitu : 1). Bahasa buku, yaitu tulisan sesuai dengan yang tercetak pada buku tersebut. 2). Bahasa perpustakaan yaitu bahasa yang sehari-hari dipakai untuk kegiatan perpustakaan. Ejaan yang dipakai adalah Ejaan Yang Disempurnakan untuk menuliskan "Tajuk". e. Singkatan Singkatan-singkatan yang elah ditetapkan dalam ISBD antara lain: 50 1) etal. 2) s.1. 3) s.n. et alii (and athers, dan lain-lain) sine loco ( tempat penerbit tidak diketahui ) sine nomine ( penerbit atau pencetak tidak diketahui ) 1) ilus. lIustrasi 2) em. centimeter 3) s. a. sine anna (tanpa tahun,. tidak dipakai diganti [19-?], [199-?j, [1998?] dst.) f. PenuHsanangka dan hurufbesar Dipakai pada : Awal kala pada kalimatlparagral Nama (nama diri, nama instansi, jalan, kota, daerah, negara, dst) a. Manlaat Katalog i. Katalog dapat memberikan petunjuk secara cepat dan tepat kepada pemustaka maupun petugas perpustakaan untuk mencari bahan perpustakaan yang dibutuhkan. II. Sebagai alat bantu untuk memilih buku yang akan dibeli III. Oapat mengetahui semua bahan perpustakaan yang dimiliki suatu perpustakaan IV. Mempenmudah dalam pengecekan kembali apabila kita melakukan stock opname (yaitu pencocokan antara koleksi yang sebenamya ada dengan dengan daftar katalog yang ada) b. Sentuk Fisik Katalog i. Katalog berbentuk kartu (Card Catalog) Katalog dibuat pada kartu-kartu lepas, berukuran 7,5 em X 12,5 em. Ii.Katatog berbentuk buku atau katalog cetak (Printed Catalog) Katalog dibuat pada sebuah buku. Sentuk ini tidak memungkinkan penambahan entri baru, sebab tiap halaman sudahpenuhtulisan 51 ,. 52 Ill. Katalog kartu berbentuk bukulber1 70 %, gelap dan sedikit sirkulasi udara merusak bahan perpustakaan dengan melemahkan kertasdan menimbulkannada permanen. e. Rak dan lemari tidak memenuhi syarat Rak dan lemari bahan perpustakaan yang tidak memenuhi syarat dapat merusak bahan perpusta!