Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; Browser has a deprecated constructor in /home/perpusjatengprov/public_html/plugins/system/zt_visitor_counter/browser.php on line 19
Tempat Wisata Jateng

Tempat Wisata Jateng

28430952 161868514624347 8692423476734066688 n 26b071d7d7a7ca83820c29f9272c41d2

 

Lokasi ini berada di kawasan Pendopo Alit Kabupaten Lama Boyolali. Selain murah meriah tempat ini juga sangat edukatif, karena terdapat tempat penangkaran rusa yang terbuka untuk umum. Tempat penangkaran ini berada tepat di sebelah utara Masjid Agung Boyolali dan di depan Rumah Arca. Sehingga, tempat ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang sudah memiliki buah hati. Dan waktu yang cocok untuk datang kesini adalah sore hari, karena bakalan ada yang berjualan sayur untuk diberikan kepada rusa. Bagi kalian yang suka dengan wisata kuliner jangan khawatir, karena banyak juga kuliner yang dapat kalian nikmati di depan pendopo.

 

sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/wisnu-rifki/destinasi-wisata-di-boyolali-yang-belum-banyak-orang-tahu-c1c2/full

28433153 158622581508750 2553560011129225216 n dcd83316bcc17814c34b7cca107ecf64

 

Lokasi ini berada di Kompleks SMK Pembangunan, Dukuh Ngelo, Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali. Bangunan ini merupakan pagoda yang berada di kompleks peribadatan umat agama Budha yakni di Vihara Veluvana Bangunan ini juga merupakan aset milik IIAB (Institut Ilmu Agama Budha) yang mahasiswanya datang dari seluruh penjuru Indonesia dan bahkan ada juga yang datang dari luar negeri (mayoritas dari Myanmar dan Thailand). Karena bangunan ini berada di Kompleks SMK Pembangunan, maka untuk kesana kita harus izin terlebih dahulu dan hari libur. Dan yang paling penting adalah selalu jaga sopan santun disana, karena tempat ini merupakan tempat ibadah.

 

sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/wisnu-rifki/destinasi-wisata-di-boyolali-yang-belum-banyak-orang-tahu-c1c2/full

Bukit Cinta Ambarawa

Bukit Cinta merupakan salah satu kawasan di tepi danau Rawa Pening yang menyajikan pemandangan alam yang cukup indah. Obyek wisata ini pernah menjadi tujuan wisata unggulan pada dua dekade yang lalu. Kejayaan obyek wisata Bukit Cinta telah lewat dan saat ini jumlah pengunjung menurun dari tahun ke tahun. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah kurang terawatnya kawasan wisata Bukit Cinta. Bukit Cinta terletak di desa Kebondowo, kecamatan Banyubiru, kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir Danau Rawa Pening. Sesuai dengan namanya, zaman dahulu merupakan tempat memadu kasih pengantin baru.

Gapura Obyek Wisata Bukit Cinta

Lokasi Bukit Cinta berada di sebelah barat daya kawasan danau Rawa Pening. Rute mudahnya dengan melewati jalan beraspal kecil dari Jalan Lingkar Ambarawa atau jalan tembus dari Jalan Raya Salatiga-Ambarawa. Akses jalan menuju ke obyek wisata Bukit Cinta masih berupa jalan pedesaan yang sempit dan terdapat beberapa lubang di beberapa titik. Papan petunjuk arah menuju ke lokasi wisata sudah terpasang di beberapa titik sehingga membantu pengunjung yang baru pertama kali berkunjung ke tempat ini.

Pintu masuk kawasan wisata Bukit Cinta Rawa Pening ditandai dengan sebuah gapura sederhana dan terdapat patung ganesha di depan kedua tiang penyangga. Penarikan tiket retribusi masuk kepada pengunjung dilakukan di gapura masuk tersebut oleh petugas jaga yang bertugas. Area parkir kendaraan pengunjung berada di dalam kawasan wisata dan tersedia cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan beroda empat. Disekeliling area parkir Bukit Cinta berderet bangunan permanen berbentuk kios yang menjual beraneka macam kerajinan khas ambarawa, makanan, dan minuman. Kerajinan khas Ambarawa yang terkenal ada kerajinan dari enceng gondog mulai dari bermacam-macam bentuk tas, vas bunga, tempat tisu, kursi, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Warung makan yang ada disekitar area parkir Bukit Cinta menyajikan hidangan masakan air tawar.

sumber : https://teamtouring.net/bukit-cinta-rawa-pening-semarang.html

16230536 1793669177625545 1667439452588343296 n

 

Wisata Curug Bentar terletak di Bentar, Brebes, Jawa Tengah. Curug ini memiliki pesona keindahan yang sangat memukau dan menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda saat berada di kota brebes tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi wisata Curug Bentar, karena curug ini mempunyai keindahan yang tiada duanya.

sumber : https://wisatalengkap.com/tempat-wisata-di-brebes-terbaru/

 

6 1 Rambukasang By ellencindy008

 

Tidak sedikit warga Brebes yang tidak mengetahui keberadaan curug ini. Maklum, lokasinya memang tersembunyi dan akses masuk yang cukup menantang.Namun, setibanya di lokasi, kamu akan disuguhi pemandangan air terjun dengan debit air yang cukup deras dengan panorama yang masih alami. Kolam tempat curahan air terjun juga cukup mengesankan untuk dijadikan spot berenang dan bermain air. Ditambah udara segar dan pemandangan hijau di sekeliling, destinasi wisata di Brebes ini layak masuk dalam daftar kunjungan kamu.

Lokasi 

Dukuh Grogol Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah

Harga Tiket Masuk

Saat weekday, harga tiket masuk Curug Rambukasang Ciseureuh Ketanggungan adalah Rp50,000.00. Sementara saat weekend, harga tiket masuk Curug Rambukasang Ciseureuh Ketanggungan adalah Rp5,000.00.

Jam Buka 

24 jam

sumber :https://lelungan.net/wisata/brebes/curug-rambukasang-ciseureuh-ketanggungan

https://www.tripzilla.id/destinasi-wisata-di-brebes/14325

 

 

67e3dac0 d0c5 465c 8987 6a2cdf448b49 169

 

Manisnya komoditas gula saat zaman Hindia Belanda, khususnya pasca era tanam paksa (cultuur stelsel) tahun 1830, membuat investasi perkebunan gula partikelir bermunculan. Pabrik gula (PG) pun dibangun di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa.Salah satu yang terbesar yakni yang PG Jatibarang yang berada di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Pabrik tersebut dibangun perusahaan swasta Belanda, NV Mijtot Exploitile der Surker Onderneming, pada tahun 1842. Dan berperan penting menggiling tebu dari perkebunan-perkebunan di wilayah Brebes dan Tegal. Saat ini, PG Jatibarang dikelola oleh PTPN IX, dan hanya beroperasi menggiling saat musim panen tebu. Baik bangunan maupun mesin-mesin PG Jatibarang sudah terlihat menua. 

Hanya cerobong asap yang menjulang tinggi di pinggir jalan raya yang jadi penanda kejayaan PG Jatibarang pada masanya dulu sekitar tahun 1840-an sampai kemudian dinasionalisasi menjadi BUMN pasca kemerdekaan.Cerobong asap PG menjulang tinggi persis di pinggir Jalan Raya Jatibarang yang menghubungkan Brebes dengan Kota Slawi yang jadi ibukota Kabupaten Tegal. Sebuah angka 1842 di badan cerobong, menjadi penanda pabrik tersebut sudah berusia 175 tahun.

 

4a130db4 cca1 48fa bd82 502996593071 169

 

Meski sudah dimakan usia, PG Jatibarang terbilang masih bernasib lebih beruntung. Dua PG lainnya yang berada di Brebes, yakni PG Kersana dan PG Banjaratma, saat ini sudah tak lagi beroperasi dan menjadi besi tua. Selain mesin yang menua, semakin menyempitnya lahan tebu menjadi penyebab banyaknya PG peninggalan Belanda gulung tikar.
Supervisor Agrowisata PG Jatibarang, Amiruddin, mengatakan PG Jatibarang masih beroperasi selama 4 bulan dalam setahun. Yakni saat musim giling panen tebu pada sekitar bulan Mei hingga Agustus."PG Jatibarang masih beroperasi menggiling tebu, operasinya sekitar 4 bulan dalam setahun. Ini tak beroperasi karena libur Lebaran," kata Amir kepada detikFinance, Rabu (28/6/2017).

Saat panen tebu, biasanya karyawam PG dan masyarakat di sekitar PG menggelar acara tahunan berupa hiburan rakyat dan pasar malam selama hampir setengah bulan penuh yang biasa dikenal dengan metikan. Metikan berasal dari kata metik, yang berarti panen atau memetik tebu.Banyak beberapa aset PG Jatibarang terbengkalai. Salah satunya yakni lori beserta lokomotifnya yang dulunya dipakai sebagai angkutan tebu dari perkebunan ke pabrik. Saat awal dibangun, PG Jatibarang memiliki jaringan rel lori sepanjang ratusan kilometer yang membentang ke perkebunan-perkebunan tebu di Brebes dan Tegal. Saat ini, di sejumlah tempat, besi-besi dari rel lori tersebut tak berbekas. Di beberapa tempat, tanah lintasan rel lori tebu PG Jatibarang sudah beralih fungsi jadi tempat usaha dan rumah warga.

 

fc0271a0 a627 46fa 995a 5df1656daca8 169

 

Lori-lori besi pengangkut tebu dibiarkan tergeletak di belakang pabrik gula. Beberapa di antaranya masih difungsikan untuk angkutan tebu dari timbangan ke dalam area produksi. Di bagian Selatan PG, terdapat remise atau stasiun lori tebu. Dari sisi arsitektur maupun ukuran, remise PG Jatibarang merupakan yang terbesar dan termegah dibandingkan dengan PG lainnya yang dibangun di era cultuurstelsel. Selain stasiun, remise juga sebagai tempat menginap loko. Bangunan remise PG Jatibarang kondisinya masih cukup baik.Untuk memaksimalkan peninggalan Belanda tersebut, PTPN IX menjadikan beberapa aset PG Jatibarang sebagai tempat rekreasi. Salah satunya rumah adminitratur atau kepala pabrik yang kini dijadikan museum dan agrowisata. Lokomotif dari lori tebu yang masih bisa dipakai, disulap jadi kereta wisata yang menjadi daya tarik agrowisata Mbesaran atau rumah besar administratur. Rumah Mbesaran yang pada zaman Hindia Belanda digunakan sebagai tempat tinggal keluarga Belanda yang jadi pimpinan pabrik, saat ini masih aktif digunakan sebagai rumah dinas. 

sumber:https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3543728/menengok-pabrik-gula-peninggalan-belanda-berusia-175-tahun

Sekretariat

Kantor: Jl. Sriwijaya No. 29A
Semarang, Jawa Tengah
Telepon: 024-8317963
Fax: 024-8440479

Kunjungan Web

Hari Ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
2927
4263
10472
25112
80437
109697
8857113

Perkiraan Hari Ini
2976


IP Anda:3.237.66.86
© 2017, Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah
perpusdajateng@yahoo.com