MEMAKNAI ARTI PENTING PUSTAKAWAN DI HARI PUSTAKAWAN

SHARE

Tanggal 7 Juli mungkin bukan menjadi tanggal yang istimewa bagi sebagian orang, tetapi berbeda bagi para pustakawan. Lalu apa esensinya tanggal 7 Juli bagi para pustakawan? Mari kita ulas sejenak. Tanggal 7 Juli menjadi moment penting bagi para pustakawan karena pada tanggal itu terdapat 2 (dua) peristiwa penting, yakni pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pustakawan dan Hari Lahir Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). IPI lahir pada tanggal 7 Juli 1973 dan pada tanggal 7 Juli 1990 mulai dicanangkan sebagai hari Pustakawan.

Hari Pustakawan yang jatuh pada hari Kamis, 7 Juli 2022 ini apakah hanya dimaknai sebagai sebuah seremoni saja atau lebih daripada itu? Moment tanggal 7 Juli ini tentunya harus menjadi moment bagi pustakawan untuk lebih berdaya, lebih bermanfaat dan bisa menginspirasi masyarakat yang haus akan informasi.

Perpustakaan pada zaman dulu dijaga oleh pustakawan yang berdiam di perpustakaan sebagai penunggu, galak dan kutu buku. Namun sekarang sudah terjadi pergeseran paradigma, dimana perpustakaan ini tidak hanya sebagai tempat baca buku saja, namun menjadi pusat berkegiatan dan belajar masyarakat. Goals yang diharapkan ketika orang datang ke perpustakaan adalah mereka bisa memanfaatkan layanan informasi yang ada agar mereka bisa hidup lebih sejahtera. Tidak hanya dari segi ekonomi saja, namun sejahtera dari segi pengetahuan, kesehatan ataupun pengalaman karena mendapatkan informasi baik dari buku, internet maupun dari interaksi dengan pustakawan dan pemustaka yang lain. Tentunya ini sejalan dengan apa yang digalakkan oleh Perputakaan Nasional Republik Indonesia dan Bappenas melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melihat hal ini berarti peran pustakawan di perpustakaan juga menjadi lebih sentral dan kompleks. Tidak hanya menunggu, memberikan pelayanan, membuat laporan saja, namun pustakawan harus mampu menjadi fasilitator dan juga menjadi filter yang baik untuk informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Pustakawan secara tidak langsung juga punya andil untuk mensejahterakan masyarakat melalui layanan informasi yang disajikan di perpustakaan. Meski di Indonesia profesi pustakawan belum begitu populer, namun di negara lain pustakawan menjadi salah satu profesi yang bisa diperhitungkan. Padahal secara data, Indonesia memiliki jumlah perpustakaan terbanyak ke-2 di dunia setelah India. Hal tersebut tidak sejalan dengan jumlah pustakawan yang tersedia karena sebagian orang masih menganggap perpustakaan sebagai tempat buangan sehingga pustakawan masih minim peminatnya.

Pustakawan harus mulai bangkit dan kembali menghidupkan dunia Literasi di Indonesia. Literasi menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa, makanya pustakawan menjadi tokoh sentral karena menjadi agen informasi yang bisa diakses masyarakat tanpa ada batasan waktu, tempat, usia, gendur, suku ras, maupun agama. Semangat selalu teman-teman pustakawan, terus tebarkan semangat positif dalam mengembangkan literasi di Indonesia agar masyarakat indoensia lebih sejahtera.

Selamat Hari Pustakawan ke-32 dan Hari Lahir IPI ke-49.

Bangga Menjadi Pustakawan!

Salam Literasi!

 

Oleh : Fuad Sirojudin, S.I.Pust