IEDUL ADHA TAHUN 2022, KAPAN SIH?

SHARE

Hari raya Iedul Adha merupakan hari yang istimewa bagi umat islam tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Perayaan hari raya umat Islam yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini tentunya memberikan pelajaran yang sangat berharga terhadap para umat muslim dan manusia pada umumnya. Dari kisah Nabi Ibrahim sebagai mahluk Allah SWT yang sangat taat bahkan beliau sampai rela mengorbankan anaknya demi menjalankan perintah yang diberikan oleh Allah SWT. Namun Allah SWT memberikan ganti yang istimewa untuk menggantikan putranya nabi Ismail sehingga tidak jadi di korbankan.

Iedul Adha juga mengajarkan kepada kita untuk belajar toleransi dan berbagi. Dimana semua muslim yang mampu diberikan hak untuk memberikan sebagian hartanya berupa hewan qurban yang kemudian nanti dagingnya dibagikan kepada pihak yang memerlukan. Dari situ ada pelajaran yang bisa diambil bahwa berbagi kebahagiaan dengan sesame juga dianjurkan dalam kehidupan beragama. Sasarannya pun tidak hanya terbatas untuk umat muslim saja namun juga nonmuslim. Disitulah indahnya kebersamaan, meski bukan saudara secara akidah namun semua adalah sudara secara kemanusiaan.

Perayaan Iedul Adha Tahun 2022 mungkin agak terasa berbeda bagi umat muslim di Indonesia dibandingkan perayaan Iedul Adha tahun sebelumnya. Tahun ini perayaan Iedul Adha sudah boleh dilaksanakan normal sebagaimana mestinya setelah kurang lebih 2 kali perayaan masyarakat Indonesia tidak bisa merayakan hari besar umat Islam ini. Tahun ini masyarakat muslim di Indonesia boleh melaksanakan sholat Iedul Adha dan penyembelihan hewan qurban di masjid-masjid dan musholla namun dengan pemberlakuan protokol kesehatan. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang menggembirakan dan juga mengharukan bagi seluruh umat islam di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.

Tahun ini juga kembali muncul 2 pendapat yang berbeda terkait penentuan hari Raya Iedul Adha khususnya bagi umat muslim di Indonesia. Ada perbedaan penentuan jatuhnya hari raya Iedul Adha yang disampaikan oleh pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai salah satu ormas islam terbesar di Indonesdia. Pemerintah melalui Kementrian Agama menyampaikan bahwa hasil Rukyatul Hilal menghasilkan keputusan bahwa Iedul Adha tahun 2022 jatuh pada hari Minggu tanggal 10. Sedangkan PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa Iedul Adha tahun 2022 jatuh pada hari Sabtu tanggal 9 Juli. Hal tersebut tentunya didasarkan pada hasil Hisab yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah.

Berbeda dengan ormas pendahulunya, Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas muslim dengan jumlah anggotanya terbesar di dunia menyampaikan hal yang berbeda. Nahdlatul Ulama memberikan keterangan yang sama dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah. Perayaan Iedul Adha bagi warga NU jatuh pada hari Minggu tanggal 10 Juli tahun 2022.

Penentuan pergantian bulan dalam kepercayaan islam adalah dengan cara melihat bulan baru. Dengan terlihatnya bulan baru ini sebagai penanda bahwa telah terjadi pergantian bulan dan secara otomatis menjadi penentu perayaan perayaan hari besar seperti Iedul Adha dan lain sebagainya. Perbedaaan ini muncul karena terkait dengan metode yang digunakan untuk perhitungan pergantian bulan yang dipakai. Selama ini dikenal ada 2 cara yang digunakan untuk menentukan pergantian bulan dalam Islam. Yang pertama adalah dengan cara hisab atau dihitung menggunakan bantuan alat dan teknologi dan yang kedua adalah dengan cara rukyat atau dilihat menggunakan teropong serta disumpah bagi yang menyaksikan.

Bagi orang yang melakukan hisab maupun melakukan rukyatul hilal inipun ada syarat khusu, dalam arti tidak sembarang orang sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

Perbedaan perayaan Iedul Adha pun ternyata terjadi tidak hanya di zaman sekarang bahkan di zaman dahulu pun sudah terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama. Oleh karenanya Imam Syafi’i sebagai salah satu Imam dari 4 Imam Madzhab besar yang dikenal termasuk pengikutnya merupakan terbesar di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa penentuan hilal tersebut adalah berdasarkan wilayah dimana bulan baru tersebut terlihat. Sehingga sangat mungkin untuk terjadi perbedaan penentuan tanggal jatuhnya hari raya Iedul Adha.

Tidak hanya tahun ini saja di Indonesia mengalami perbedaan dalam hal perayaan hari raya baik Ramadhan, Iedul Fitri, maupun Iedul Adha. Namun demikian, perbedaan perayaan tersebut tidak menjadikan perpecahan karena perbedaan merupakan Rahmat. Perbedaan tersebut terjadi juga dengan dasar masing-masing yang bisa dipertanggungjawabkan dan diakui oleh sebagian besar ulama. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentunya menjadi sorotan dan acuan bagi negara sekitar dalam hal penentuan hari besar umat Islam. Tidak hanya di Indonesia saja yang berbeda dalam hal perayaan Iedul Adha tahun 2022, beberapa negara juga menentukan jatuhnya Iedul Adha berbeda-beda. Arab Saudi yang menjadi poros umat muslim di dunia melaksanakan Iedul Adha pada tanggal 9 Juli 2022 dan memberlakukan wukuf di Arafah bagi Jamaah Haji yang sedang melaksanakan rangkaian Ibadah haji pada hari Jum’at tanggal 8 Juli 2022. Beberapa negara yang merayakan Iedul Adha pada tanggal 9 Juli antara lain; Inggris, Maroko, Mesir, Oman, Uni Emirat Arab dan Yordania. Sedangkan yang merayakan pada tanggal 10 Juli antara lain; Afganistan, Banglades, Brunai Darussalam, Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura dan Thailand.

Semoga perbedaan ini bisa disikapi secara bijak dan dengan hati yang terbuka terutama bagi umat muslim. Tidak ada saling menyalahkan sehingga tidak terjadi perpecahan diantara umat muslim di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.

Salam Literasi!

 

Oleh : Fuad Sirojudin, S.I.Pust