CANDI CETO KARANGANYAR

SHARE

Cuma perlu waktu satu jam berkendara dari Kota Solo, kalian telah dapat hingga di gerbang indah mengarah langit ke 7. Tidak yakin? Sekilas, gapura ini mirip dengan Pura Lempuyangan yang terletak di Pulau Dewata. Tetapi tampaknya, ini merupakan gapura Candi Ceto yang lokasinya terletak di Tawangmangu.
Banyak wisatawan difoto di gapura ini dengan latar balik berhiaskan langit biru dengan awan putih. Jadi, enggak salah kan jika gapura ini diucap gerbang mengarah langit ke 7? Tetapi jika kalian mau memperoleh gambar yang lebih eksotis, coba saja tiba dikala senja menjelang. Warna langit yang dihiasi semburat warna jingga dari mentari yang tenggelam hendak menaikkan kesan magis pada gambar. Bangunan utama Candi Ceto pula tidak kalah menarik kok. Bebatuan yang disusun berundak, mempunyai filosofinya tertentu.  

Tiket Masuk    : Rp7. 000

Alamat            : Ceto, RT. 01/ RW. 03, Cetho, Gumeng, Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792.
Kontak            : 0822 4220 9468
Jam buka         : Sabtu- Kamis, 07. 00– 17. 00 Jumat, 10. 00– 17. 00
Fasilitas Wisata
Sarana disini telah tercantum lengkap semacam zona parkir yang luas, tempat ibadah serta wc. Buat kamu jangan takut kelaparan, sebab disini banyak penjual santapan serta minuman yang menjajakan makanannya baik diarea masuk ataupun zona keluar candi,
Tidak hanya itu bila tidak membolehkan buat kembali, sobat dapat menginap dipenginapan zona pintu masuk candi, harga penginapan yang ditawarkan mulai dari Rp 50. 000 per malam.

Daya Tarik Wisata

  1. Sejarah Candi Cetho

Asal usul Candi Cetho diambil dari nama desa tempat berdirinya, ialah Desa“ Cetho” berasal dari bahasa Jawa maksudnya“ Nampak dengan jelas”. sebab siapapun bisa memandang dengan jelas panorama alam indah diarea desa ini.Awal kali ditemui oleh arkeolog dari Belanda bernama Van de Vlies di tahun 1842, ada 14 teras memanjang dengan keadaan bebatuan yang sudah tertutup oleh lumut. Bagi arkeolog, Candi Cetho dibentuk oleh Raja Brawijaya V pada 1397 Saka ataupun 1475 Masehi selaku tempat melaksanakan ritual tolak bala serta ruwatan. Perihal ini bisa nampak dari tulisan aksara Jawa Kuno pada relief yang terdapat di Candi Cetho.

  1. Candi paling tinggi ketiga di Indonesia

Candi Cetho yang menempati urutan ketiga candi paling tinggi di Indonesia dengan ketinggian 1. 496 mdpl, sehabis lingkungan Candi Dieng dengan ketinggian 2. 000 mdpl, dan Candi Kethek yang berjarak cuma 300 m dari cheto dengan ketinggian 1. 500 mdpl. Menjadikan kawasan ini mempunyai atmosfer yang masih asri, hawa sejuk, ditambah dengan panorama perkebunan teh membuat sobat travel betah buat liburan disini.

  1. Jalan pendakian Gunung Lawu
  2. Pasar Setan Gunung Lawu

Semacam yang kamu ketahui kalau cetho merupakan salah satu jalan pendakian mengarah Gunung Lawu, tidak hanya jalan yang jauh serta curam pula ada teka- teki yang agak seram. Dimana para pendaki yang melewati jalan ini kerap mendengar suara- suara keramaian semacam kerumunan orang yang lagi melaksanakan aktivitas jual beli serta tawar menawar dipasar tetapi kondisi wilayah tersebut hening apalagi tidak terdapat orang sehingga orang biasa sebut Pasar Setan. Entah benar ataupun tidak, tetapi realitasnya sebagian pendaki sudah menggambarkan pengalaman ini. Mereka menyangka kalau itu merupakan mahluk candi yang lagi beraktifitas seperti manusia.

  1. Sebagai tempat peribadahan umat Hindu

Tempat ini dibentuk sebagai tempat ibadah Kerajaan Majapahit buat tolak bala ataupun ruwatan. Ini menarik sebab ditafsirkan pada relief yang dipahat di bilik candi ialah 2 tokoh Sudamala serta Garudeya yang bermakna semangat manusia buat membebaskan diri dari malapetaka.

  1. Patung yang masih jadi misteri

 

https://www.karogaul.com/2021/12/candi-ceto-karanganyar-pemandangan.html